SEMINAR “WATER REVOLUTION”

Untuk meningkatkan kemampuan dan membuka wawasan tentang perkembangan teknologi di “Dunia Air”, PDAM Tirto Negoro Kabupaten Sragen mengikuti seminar IWWEF 2017 (Indonesia Water & Wastewater Expo & Forum 2017) yang diadakan di kota Makkasar Sulawesi Selatan pada tanggal 6-9 September 2017. Tujuh (7) perwakilan pegawai yang mengikuti seminar ini berasal dari berbagai bidang baik teknik maupun umum dengan dipimpin oleh Direktur Teknik PDAM Tirto Negoro Kabupaten Sragen.

Salah satu yang diikuti penulis adalah kuliah SEMINAR “ WATER REVOLUTION” yang disampaikan oleh Prof. Dr. Emil Salim. Beliau menyampaikan gambaran historis dan filosofis peletakan dasar-dasar pembangunan berkelanjutan, dinamika dari masa ke masa, serta prioritas penyediaan air minum untuk rakyat dan peta jalan bersama yang harus di tempuh untuk tujuan penyediaan air minum yang berkelanjutan.

Disampaikan pula tentang Sistem Manajemen Air Minum yang membahas beberapa isu diantaranya :

  1. Adanya diskrepansi besar antara kapasitas PDAM tersedia dengan Projected( Urban) demand air bersih
  2. Hubungan antara manajemen dengan Bupati, Kesehatan keuangan PDAM, Restrukturisasi hutang, Adopsi “Cost Recorvery Tariffs”, Public Partnership yang sehat untuk mobilisasi investasi besar bagi maintenance infrastructure dan network distribusi serta menurunkan NRW
  3. Penurunan NRW perlu prioritas dalam jangka pendek untuk menaikkan earning water availability
  4. Stakehoulder perlu percayakan manajemen PDAM kepada manajer yang professional tanpa campur tangan birokrasi

Dibahas juga mengenai kerangka manajemen makro air yang menjadi ulasan tentang sumber suplai air yang didapat dari daerah yang mampu menampung air hujan, pengelolaan daerah aliran sungai, bendungan & embung, rehabilitasi kawasan hutan, tanaman menyerap air dan teknologi bangunan hijau. Pengembangan rencana umum tata ruang juga harus memperhatikan kawasan tersebut untuk memastikan kelestarian sumber mata air. Pemeliharaan kualitas air juga disinggung dalam seminar.

Akhirnya koordinasi antar lembaga baik di tingkat pusat maupun daerah sangat diperlukan untuk dapat bekerja sama mewujudkan “Peta Jalan Sistem Penyediaan Air Minum menuju terpenuhinya kebutuhan air minum penduduk Indonesia di tahun 2030” yang efisien dan lintas kabupaten.**(Anjar, Referensi : Materi Presentasi Prof Dr Emil Salim di acara IWWEF 2017 Makassar 6-7 September 2017)

16,134 kali dilihat, 128 kali dilihat hari ini

Print Friendly