PDAM SALURKAN 576.000 LITER AIR BERSIH KE 7 KECAMATAN

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirto Negoro Sragen sejak awal Agustus hingga Minggu (10/9/2017) sudah mengelontor air bersih sebanyak 144 tangki berkapasitas 4.000 liter atau sebanyak 576.000 liter untuk warga yang kekurangan air di tujuh kecamatan. Ratusan ribu liter air bersih itu dikirimkan PDAM Sragen berdasarkan permintaan dari sejumlah komunitas, partai politik, perseorangan, dan Pemkab Sragen lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Data itu disampaikan Kabag Pelayanan PDAM Tirto Negoro Sragen, Sugimin, saat dihubungi, Minggu (10/9/2017) siang. Sugimin menyebut tujuh kecamatan yang mendapat suplai air bersih itu terdiri atas dua desa di Kecamatan Sumberlawang, enam desa di Kecamatan Jenar, dua desa di Kecamatan Miri, satu desa di Kecamatan Mondokan, dua desa di Kecamatan Tangen, tiga desa di Kecamatan Gesi, dan satu desa di Kecamatan Sukodono.

“Pengiriman air bersih paling banyak dilakukan di Kecamatan Jenar, yakni di wilayah Desa Jenar, Kandangsapi, Ngepringan, Mlale, Dawung, dan Banyurip. Ada 38 tangki yang dikirim ke enam desa itu. Kemudian kebutuhan air bersih terbanyak kedua ada di Sumberlawang, yakni di wilayah Desa Pagak dan Ngargotirto dengan 36 tangki,” ujar Sugimin.

Pengiriman air bersih itu masih terus dilakukan PDAM berdasarkan permintaan dari komunitas dan Pemkab Sragen sampai musim penghujan tiba. Bantuan air bersih itu, kata dia, berasal dari banyak pihak, seperti dari Angkringan Shoping Community (Ashoco) Sragen, Partai Golkar Sragen, dan dari komunitas lainnya. Direktur BMT Investa Mandiri Sragen, Muh. Fuad Aprianto, menyampaikan BMT Investa Mandiri sudah mengirim bantuan air bersih sebanyak 14.000 liter. “Bantuan air bersih itu kami beli sendiri baik ke PDAM atau dari pihak swasta yang mengambil air ke sumber air di wilayah lereng Gunung Lawu. Bantuan itu terus dilakukan sampai tidak ada permintaan,” ujarnya.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menggerakkan para aparatur sipil negara (ASN) untuk beriuran lewat program Matra yang dikelola Dinas Sosial untuk ikut serta membantu meringankan beban warga yang kekurangan air bersih di daerah utara Bengawan Solo. Yuni, sapaan Bupati, mengakui program itu bisa membantu warga yang kekurangan air bersih meskipun masih bersifat temporer. “Kami terus berpikir untuk mencari solusi permanen bagi warga di utara Bengawan Solo,” tutur dia.**(dikutip dari solopos.com)

5,339 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Print Friendly