HALAL BI HALAL KELUARGA BESAR FUD KABUPATEN SRAGEN

Pada tanggal 27 Juli 2016 lalu dilangsungkan acara Silahturohmi Halal Bi Halal Keluarga Besar Forum Usaha Daerah (FUD) Kabupaten Sragen. Acara ini dilangsungkan di Aula Gedung IPHI Sragen. PDAM Tirto Negoro Kabupaten Sragen sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kabupaten Sragen ikut berpartisipasi dalam acara ini. Acara juga diikuti oleh Sekretaris Daerah dan segenap SKPD yang tergabung dalam FUD. Acara dimulai pukul 16.00 WIB dengan tilawatil Quran. Dilanjutkan dengan sambutan-sambutan.

halalfud2016-1

Sambutan dari Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati

Dalam acara ini, Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati, menyampaikan mohon maaf lahir dan bathin atas kerja sama selama ini. Pada kesempatan ini, beliau menyampaikan amanat perihal evaluasi BUMD, dimana beberapa BUMD tidak mampu memenuhi target Pendapatan As li Daerah (PAD) Kabupaten Sragen. Ironisnya, beberapa BUMD ini seolah-olah hidup tidak mau, mati pun segan. Hal ini perlu dikaji ulang perihal system kerja dan bentuk badan hukum. Idealnya BUMD perlu didorong untuk menuju perubahan badan hukum, semisal dari Perusahaan Daerah (PD) menjadi Perseroan Terbatas (PT). Bupati Sragen juga menyinggung mengenai simbiosis mutualisme yang perlu dikembangkan antara segenap SKPD dan ASN (Aparatur Sipil Negara) dengan BUMD, sehingga dapat mengembangkan usaha BUMD yang ada. Sebagai contohnya, setiap dinas dapat bekerjasama dengan PD Percetakan dalam penggunaan jasa cetak. Diharapkan kedepannya, FUD dapat menjadi holding company dengan kekuatan yang luar biasa.

halalfud2016-2

Suasana keakraban dalam acara Halal BI Halal FUD Kab. Sragen tahun 2016

halalfud2016-4

Doa bersama sebagai penutup acara Halal Bi Halal

Acara dilanjutkan dengan ikrar halal bihalal dan tausiyah dari rohaniawan. Pada tausiyah ini, disinggung perihal kompetisi yang idealnya mengarah pada fastabiqul qoirot, yaitu berlomba-lomba dalam kebaikan. Perlu dikedepankan filosofi jawa dalam hubungan antara bawahan dengan atasan, begitu pula sebaliknya. Filosofi Jawa yang berkaitan dengan hubungan ideal antara bawahan dengan atasan ini meliputi : jejer ora keno ngembari, dhisik ora keno nglancangi, landhep ora keno nglathoni, dan ndhisiki ora keno nyrimpeti. Adapun filosofi Jawa dalam kaitannya dengan sosok seorang atasan, yaitu ngayomi, ngayemi, ngandhani, dan nyanthoni, perlu dijadikan pedoman seorang pemimpin. Acara silahturohmi dan halal bi halal ini berakhir pukul 17.00 WIB dan ditutup dengan doa. **(Bhimo).

Kontributor Artikel oleh Johan Bhimo Sukoco.

Fotografer oleh : Hapta Dwi Prasetyo.